April 15, 2014

REVIEW : AUGUST: OSAGE COUNTY


“Eat the fish, bitch!” – Barbara 

Dalam kenangan yang terpatri, reuni keluarga besar kerap kali menghadirkan suasana penuh kehebohan yang mengasyikkan, mengharukan, serta meninggalkan kesan-kesan terbaik dalam hidup yang enggan untuk dienyahkan. Ketika pertemuan ini dihelat karena kepergian seseorang untuk selamanya, para anggota keluarga akan bergandeng tangan erat-erat memberi semangat hidup dan kado pelipur lara bagi orang terdekat yang ditinggal pergi... setidaknya itulah yang dilakukan oleh keluarga normal. Anda tidak akan menemukan nuansa penuh kehangatan ini dalam August: Osage County. Ketimbang saling menguatkan satu sama lain dalam bentuk pelukan, dekapan, genggaman, atau semacamnya, setiap anggota keluarga di sini lebih memilih untuk adu urat saraf dalam bentuk teriakan, bentakan, jambakan, tamparan hingga melempar-lempar barang pecah belah. Ruang keluarga pun seolah beralih fungsi menjadi medan pertempuran. 

Reuni akbar dalam film yang didasarkan pada drama panggung pemenang Pulitzer karya Tracy Letts ini terbentuk karena sebuah pemakaman. Beverly (Sam Shepard) yang sempat menyebabkan kehebohan lantaran menghilang tiada kabar selama beberapa hari ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar sebuah danau. Sang istri penderita kanker dan pecandu obat-obatan, Violet (Meryl Streep), pun ‘merangkul’ anggota keluarganya untuk bersatu di minggu berkabung. Hadir menemani Violet melewati hari-hari penuh duka adalah ketiga putrinya; Barbara (Julia Roberts), Karen (Juliette Lewis), dan Ivy (Julianne Nicholson), bersama pasangan masing-masing, sang adik dan suami, serta seorang pembantu baru. Masa-masa yang seharusnya dipenuhi kedamaian ini tergantikan oleh kekacauan yang tak terbayangkan ketika Violet mengibarkan bendera peperangan yang memicu munculnya kebencian yang mendalam, terkuaknya rahasia gelap dalam keluarga, dan bangkitnya luka lama. 

Apabila tujuan Anda dalam menonton didorong oleh keinginan untuk menemukan hiburan berbentuk eskapisme, August: Osage County jelas bukan film yang disarankan. Film arahan John Wells (The Company Men) ini menuntut mood penonton dalam kondisi cerah ceria karena yah... sepanjang durasi merentang, nada film senantiasa depresif dengan dihiasi suara-suara melengking bernada tinggi. Ini adalah sebuah hidangan bagi mereka yang menoleransi teriakan manusia tak berkesudahan dalam amarah yang membara demi menyaksikan adu pamer akting brilian dan tatanan penceritaan yang mengocok emosi. Tidak bisa dipungkiri, kekuatan utama dari August: Osage County memang bersumber dari performa jajaran pemainnya yang mengesankan – dari Meryl Streep hingga Margo Martindale, dari Julia Roberts hingga Chris Cooper – walau kehadiran Benedict Cumberbatch dan Ewan McGregor terasa cukup janggal dan sedikit mengganggu, namun masih dimaafkan. 

Meryl Streep membuktikan sekali lagi kepada dunia bahwa dia adalah aktris yang “berikan aku peran apapun, akan ku ubah itu menjadi emas.” Menjelma sebagai Violet, seorang ibu berperangai buruk yang tak segan-segan melontarkan ucapan bernada penuh hinaan dan menyakitkan, penonton dibuat gemas dan jengkel tapi, uniknya, sulit untuk menyematkan kebencian terhadapnya. Ada kerapuhan dan alasan masuk akal di balik sikap buruknya sehingga secara tidak sadar membuat kita turut berempati kepadanya. Tuduhan, pelecehan, dan kata-kata kotor yang diteriakkannya kepada setiap anggota keluarga selama adegan makan malam yang bagaikan mimpi buruk – dan itu berlangsung selama 20 menit! – menjadi bagian terbaik (dan kekacauan terbesar) dari film ini. Tapi ini bukan satu-satunya yang akan Anda kenang dari August: Osage County. Teriakan “eat the fish, bitch!” dari Julia Roberts kepada Meryl Streep yang menimbulkan ledakan tawa pun tidak kalah mengesankan . Malah mungkin, ini adalah salah satu momen terbaik dari film rilisan tahun 2013.

Exceeds Expectations

No comments:

Post a Comment

Mobile Edition
By Blogger Touch