March 11, 2014

REVIEW : 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA PART 2


"Cinta itu sebuah tanggung jawab. Kalau kamu belum menikah, berarti kamu belum siap untuk bertanggung jawab." - Rangga 

Perjalanan Hanum Salsabiela (Acha Septriasa) dalam menguak jejak-jejak kebesaran Islam di benua Eropa belum berakhir. Dengan Fatma (Raline Shah) yang mendadak pergi tanpa pamit dan tak sekalipun pernah memberi kabar, Hanum pun melanjutkan ekspedisinya bersama sang suami, Rangga (Abimana Aryasatya). Di sela-sela upaya Hanum dan Rangga untuk mengungkap rahasia Islam di Eropa – serta mencari keberadaan Fatma, konflik yang terbilang pelik pun turut mewarnai hari-hari terakhir mereka di Austria; Hanum dikuasai rasa cemburu saat mengetahui kedekatan hubungan sang suami dengan Maarja (Marissa Nasution) yang melampaui batas kewajaran, dan Rangga yang tengah dipusingkan oleh masalah disertasi kudu mencari cara untuk mendamaikan pertikaian antara Stefan (Nino Fernandez) dan Khan (Alex Abbad) yang tak berkesudahan serta cenderung kian memanas dari hari ke hari. 

Apabila Anda terkesan dengan cara Guntur Soeharjanto dalam memvisualisasikan butir-butir kata yang diciptakan oleh Hanum Salsabiela dan Rangga Almahendra di jilid pertama, maka besar kemungkinan 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 akan mencuri hati Anda dengan mudahnya. Jalinan pengisahannya terasa jauh lebih menghibur, lebih mengharu biru dan tentunya... lebih padat berisi. Dengan sesi perkenalan yang telah dihelat sepenuhnya di seri sebelumnya, maka 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 pun tinggal melanjutkan tugas yang belum tersentuh oleh paruh pertama, seperti menggali lebih dalam latar belakang dari sejumlah tokoh pendukung dan mengapungkan sederetan konflik yang sebelumnya masih tampak malu-malu untuk menampakkan diri. 

Salah satu tokoh yang mendapat sorotan lebih di sini adalah Khan. Menjadi sahabat terpenting Rangga selama di Austria – sang ‘guardian angel’ dalam urusan akidah – kita nyaris tidak mengetahui apapun soal dirinya selain dia berasal dari Pakistan. Dalam 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2, Hanum Salsabiela, Rangga Almahendra, serta Alim Sudio yang bertindak sebagai penulis skenario, mengizinkan penonton untuk berkenalan lebih jauh dengan Khan dengan pemaparan masa lalu yang membentuk Khan sebagai sosok yang keras, tegas, dan enggan berkompromi soal keyakinan (Stefan menyebutnya radikal). Lalu, tokoh-tokoh pendukung lain seperti Stefan dan Maarja pun memeroleh kesempatan untuk membuka diri kepada penonton – meski dalam porsi yang tak sebesar yang diberikan untuk Khan. 

Menit-menit awal film dipergunakan oleh si pembuat film untuk menyegarkan kembali ingatan penonton terhadap jilid sebelumnya (dalam beberapa kali kilas balik), menciptakan hubungan mesra antara penonton dan sejumlah tokoh, serta menata bangunan konflik. Mengalirnya cenderung perlahan, sedikit menguji kesabaran penonton. Namun setelah semuanya dirasa siap, gesekan demi gesekan yang penuh letupan pun bermunculan yang sukses mengaduk-aduk emosi berkat ditunjang oleh performa kelas wahid dari jajaran pemainnya, khususnya Abimana Aryasatya (yang akan membuat para perempuan jatuh hati dan para pria mengidolakannya), Acha Septriasa, dan Nino Fernandez. Kita merasakan sakitnya Hanum kala mengetahui sang suami ‘mendua’, kita berempati kepada Rangga yang senantiasa menghadapi problematika kehidupan dengan kepala dingin, dan kita berada dalam posisi jengkel-iba terhadap Khan maupun Stefan. 

Tatanan konflik yang kian dipertegas dan emosi penonton yang digempur secara berkala sepanjang film – dari level rendah hingga kelas tinggi yang akan membuat Anda mengusap air mata yang membasahi pipi – adalah sebagian yang menjadikan 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 lebih bertaring dan bertenaga ketimbang sang pendahulu. Dengan adanya sederetan pesan berkenaan dengan agama pun mampu tersampaikan secara mengena di hati dan memberi sedikit tamparan lembut, panorama dari Cordoba, Istanbul, hingga Mekkah pun tiada dapat disangkal sungguh menyedapkan mata, serta bubuhan humor menyegarkan disana sini yang dikondisikan sebagai pemecah suasana tegang, membuat 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 juga terasa renyah gurih. Inilah sebuah sajian lezat penuh gizi yang sangat menyenangkan dan mencerahkan.

Exceeds Expectations

No comments:

Post a Comment

Mobile Edition
By Blogger Touch