April 3, 2010

REVIEW : MARY & MAX



Mary & Max adalah film animasi stopmotion dari Australia yang skenario dan penyutradaraannya ditangani oleh Adam Elliot. Sejumlah nama besar di industri film semacam Toni Collette, Philip Seymour Hoffman dan Eric Bana turut menyumbang suara mereka di film animasi pemenang banyak penghargaan ini.

Film produksi tahun 2009 ini mengambil setting waktu dari tahun 1976 hingga 1994. Berkisah tentang seorang gadis cilik berusia 8 tahun bernama Mary yang hidupnya kesepian. Tak memiliki teman, bahkan kedua orangtuanya sibuk dengan urusan mereka sendiri. Kehidupan yang berat bagi seorang gadis cilik di Australia. Suatu ketika, Mary menuliskan surat ke Max yang dia dapat secara acak saat mencari nama di buku telepon. Kehidupan Max tak lebih baik dari Mary. Di usianya yang sudah memasuki kepala 4, Max hidup sendiri di apartemennya dan memiliki masalah obesitas yang cukup parah. Bahkan Max mengidap Asperger Syndrome yang mengakibatkan dia sulit berinteraksi dengan orang lain. Max membalas surat Mary dan tidak lupa menyertakan batangan cokelat seperti halnya Mary saat mengirimkan surata kepadanya. Persahabatan melalui surat ini terjalin hingga hampir 20 tahun lamanya dan sempat diwarnai dengan kesalahpahaman karena Max yang over sensitif sehingga sempat merenggangkan hubungan keduanya.

Sebagai sebuah film animasi, Mary & Max cenderung bertutur dengan lambat, suram dan gelap. Filmnya sendiri mengangkat masalah yang cukup berat seperti depresi, bunuh diri, kesepian hingga perasaan cemas. Itulah mengapa film ini sangat tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anak - anak, bahkan untuk ukuran remaja pun Mary & Max masih tergolong berat. Adam sering memakai simbol dalam filmnya ini terutama dalam menggambarkan kehidupan kedua tokoh utama, semisal New York City yang selalu terlihat suram mencerminkan kehidupan Max yang kesepian. Mary & Max bukanlah tipikal film yang bisa dinikmati dengan santai sambil menyantap snack, film ini membutuhkan pemikiran yang mendalam karena penonton diajak untuk merenungi arti dari kehidupan dan memahami apa yang terjadi terhadap Mary dan Max. Kita akan bersyukur dengan kehidupan kita setelah melihat bagaimana kehidupan yang dijalani oleh mereka. Persahabatan yang terjalin diantara mereka juga unik dan tidak biasa. Philip Seymour Hoffman dan Toni Collete berhasil dengan sukses mengisi suara Max dan Mary, bahkan saya hampir tak menyadari kalau suara dua tokoh utama ini dibawakan oleh mereka, terdengar sangat berbeda. Salut untuk Adam Elliott yang mampu membuat film animasi semenyentuh dan sedalam ini.

Nilai = 8/10




1 comment:

  1. aku suka ceritanyaaa. mau nonton deh. thanks udh di-review. :D

    selalu suka sm kartun2 anak2 bertema suram. kyk coraline. hoho.

    ReplyDelete

Mobile Edition
By Blogger Touch